My Handsome Seongsaenim | KYUMIN YAOI | Chapter 3

Gambar

Tittle : My Handsome Seonsaenim

Rating : T dulu xD M udah kemarin x_x

Author : Sung Hye Woon

Main Cast :

– Lee Sungmin

– Cho Kyuhyun

Other Cast :

– Ren ‘Nuest’

– Minhyun ‘Nuest’

– Yunho ‘TVXQ’

Pairing : Always Kyumin, Slight Other Pairing.

Disclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik yang Maha Kuasa. FF ini Murni dari otak idiot saya. Dan FF ini Milik saya. Tapi saya milik Yesung seorang x_x

Warning : YAOI/BL | NC/Yadong | Typo bertebaran | Judul gak sesuai cerita | Alur kecepatan | Bahasa aneh (?) | Bikin muntah ._.v

A/N : Annyeong, JEONGMAL MIANHAE karena sangat lama update. Saya sibuk dengan persiapan UN. Jadi harap dimaklumi ya. Untuk itu mungkin chapter selanjutnya juga akan sama updatenya lama juga. Tapi saya tetap usahakan agar melanjutkan ff saya. Dan saya harap kalian tetap jadi pembaca setia ne *kedip kedip* . thanks banget yang udah review di chapter kemarin. Langsung aja~~~~

~~~ Happy Reading ~~~

Don’t Like Don’t Read! =NOCOPAS=

© Sung Hye Woon Present ©

.

.

.

~~~0o0o0o0o0o~~~ ~~~0o0o0o0~~~ ~~~o0o0o0o0o~~~

.

.

.

Before Chapter

“Ini adalah berkas-berkas perusahaan milik Appaku. Sekarang kau bisa memakainya. Ini sudah jadi milikmu.” Minhyun menyerahkan berkas-berkas ditangannya pada Sungmin. Sungmin kaget. Kemudian ia menggeleng.

“Anniya. Aku tak butuh ini. Lagipula ini adalah peninggalan appamu. Tak mungkin aku mengambilnya. Aku permisi dulu. Ada urusan. Annyeong.” Sungmin berlalu meninggalkan Minhyun yang mematung.

“Sebegitu baiknya kah namja itu? Maafkan Aku Sungmin Karena telah memisahkanmu dengan sahabat yang paling kau sayangi.” Lirih Minhyun disaat Sungmin sudah tak ada di hadapannya lagi.


Chapter 3

Keadaan yang riuh di kelasnya, tak membuat Sungmin merasa terganggu dengan kegiatan membaca bukunya. Baginya membaca itu hal yang menyenangkan, walaupun tak semua buku itu mengasyikan. Ya, Sungmin memang suka membaca. Tetapi dia hanya suka membaca buku yang bergenre menghibur. Selebihnya Sungmin hanya biasa-biasa saja.

“Sungmin, bisa kesini sebentar?” Sungmin menoleh ke arah tersebut. Dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa Ren lah yang memanggilnya.

“Tumben. Untuk apa kau memanggilku.” Sungmin membalas cuek. Jujur saja, ia sangat malas berhubungan dengan namja yang menurutnya munafik saat ini.

“Aish, makanya kesini. Aku memanggilmu~” Ren membuat suaranya selembut mungkin. Sungmin memutar bola matanya dan sedikit bergidik ngeri. ‘Apa sebenarnya mau anak ini’ Batin Sungmin Curiga. Kemudian ia langsung melangkah menuju tempat dimana Ren berada.

“Aku sudah kesini. Sekarang apa mau mu?” sungmin bertanya malas.

“Umm, aku hanya ingin memperkenalkanmu pada temanku yang tampan ini. Dia masih single loh~~~” Ren menunjuk seorang namja yang berada di sebelahnya. Namja itu tersenyum sangat tampan saat menatap Sungmin.

“Ta tapi aku-”

“Jung Yunho imnida” Pria itu mengulurkan tangannya seraya menampilkan senyuman menawan miliknya. Sungmin yang tak tega melihat tangan itu, langsung menyalaminya dengan canggung.

“Eungh, Lee Sungmin imnida” Sungmin membalas canggung. “Ren, jika hanya ini, aku pergi dulu. Aku kira ada hal lain yang lebih penting.” Sungmin berdecih pelan. Kemudian ia ingin pergi dari tempat itu jika saja tangannya tak di tarik oleh Ren.

“Aishh Ren, kau suka sekali menarik tanganku. Kukumu itu tajam. Ishhh.” Sungmin mengusap tangannya sebentar.

“Maka dari itu jangan langsung pergi saja. Sungmin, maukah kau menjadi namjachingu Yunho? dia tampan bukan? Ahh aku sangat merestui kalian.” Ren berucap disertai dengan serigaiannya.

“Mianhae. Tapi aku sudah punya namjachingu. Aku permisi.” Sungmin langsung pergi. Ia tak ingin tangannya yang malang ditarik kembali oleh Ren.

“Mwo? Namja manis tadi sudah punya namjachingu? Aishhh Ren! Apa-apaan kau? Kau bilang kau akan membuatnya bertekuk lutut padaku. Huh, menyebalkan saja” Yunho mengomel tak jelas dengan Ren.

“Yunho, aku juga tak tau jika ternyata namja sok manis itu punya namjachingu. Huh, baguslah kalau begitu. Jadi aku bisa dengan leluasa mendekati Cho Seongsaenim.” Ren menyerigai lagi. Yunho hanya menatap aneh pada Ren.

“Ren, bukankah kau sudah punya Minhyun? Mengapa kau menginginkan Kyuhyun?” Dahi Yunho mengerut sebentar setelah bertanya seperti itu.

“Aku hanya ingin memiliki Cho Seongsaenim. Tapi aku juga tak ingin melepas Minhyunie~” Ren menatap datar kedepannya sebentar. Sangat manis dibandingkan tatapannya yang penuh benci ke Sungmin.


Flashback on

Seorang yeoja paruh baya sedang menikmati pemandangan alam sore di balkon Rumah sakit. Ia duduk di kursi rodanya. Mencoba menghirup udara sebanyak mungkin. Baginya ini terakhir kalinya ia akan bisa menghirup udara. Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki seseorang.

“Ahjumma? Sedang apa disini? Aku mencarimu” Sungmin, namja manis itu mendekati sang yeoja yang dipanggilnya Ahjumma tadi.

“Minnie, ahjuma hanya menikmati pemandangan alam saja. Aishh kenapa kau semakin hari semakin manis minnie?” Yeoja itu mencubit pipi Sungmin gemas. Yang di cubit hanya mengerucutkan bibirnya imut.

“Ahjumma, ayo kita masuk. Hari sudah semakin sore.” Sungmin mencoba mengajak yeoja tua itu masuk. Namun dia menggeleng.

“Anni minnie. Ahjumma ingin disini saja. Kau masuk saja duluan ne.” Yeoja itu tersenyum sembari mengacak lembut rambut Sungmin.

Sungmin hanya diam. Kemudian ia membalik tubuhnya mencari makanan yang dibawanya tadi. Disaat Sungmin berbalik Ahjumma itu memutar Kursi Rodanya kedepan hingga berjalan lurus. Dan jangan lupakan Mereka sedang berada dilantai tertinggi Rumah sakit.

“Ahjumma, liat lah Aku membawa-“

BRUKKKK

Ketika Sungmin berpaling, terdengar suara hentaman yang sangat keras. Bersamaan dengan itu pula Ahjumma berkursi roda tadi hilang. Sungmin sangat panik. Kemudian dengan sedikit takut ia berjalan lurus kedepan. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat ke bawah, sang Ahjumma itu tergeletak dengan sangat menggenaskan. Kursi rodanya hancur tak berbentuk lagi. Sungmin menutup mulutnya dengan tangan. Butiran bening keluar dari foxy miliknya. Tak jauh dari situ, seseorang sedang tersenyum miris kearahnya. ‘Kita mulai permainan ini Lee Sungmin’ batin orang itu.

Sungmin langsung terduduk lemah di balkon yang dingin . Kemudian ia terisak.

“Hiks, ap apa yang kulihat tadi… Park Ahjumma.. Hiksss ada apa ini hiks hiks” Sungmin memegang dadanya kuat. Seakan tak menduga kejadian tadi. Ia tak ingin turun ke bawah dan melihat keadaan Ahjumma tadi yang justru akan membuatnya semakin sakit.

“Ren, maafkan aku.. hiks”


“SUNGMIN! Kau membohongiku! Kau bilang kau akan menjaga ibuku! Kau keterlaluan membiarkan ibuku seperti itu. Aku membencimu! AKU MEMBENCIMU LEE SUNGMIN! Cam kan itu!” Ren sudah tak tahan lagi menahan emosinya. Ia tak menyangka jika sahabat yang sangat disayanginya telah mengingkari janji.

“Ren, hiks maafkan aku Ren. Hiks aku tak bermaksud-“

“DIAM KAU! Mulai sekarang, jangan anggap aku sahabatmu lagi. Aku resmi menjadi musuhmu!” Setelah berucap seperti itu, Ren mendorong Sungmin kasar. Kemudian meninggalkan namja manis itu yang masih terisak.

“Hiks, ini tak seperti yang kau bayangkan…” Sungmin berucap lirih ketika Ren sudah tak dihadapannya lagi.


“Benar apa katamu Minhyun. Ternyata dia sangat munafik. Aku begitu membencinya hiks” Ren menangis di dekapan Minhyun.

“Sssttt Uljima. Jangan menangis lagi. Eommamu akan sedih jika melihatmu menangis seperti ini. Mulai sekarang, kita mulai semuanya dari awal ne. Anggap saja kau tak pernah kenal dengan Lee Sungmin itu. Arraseo?” Minhyun menyentil hidung Ren lembut. Ren sedikit tersenyum.

“Ne. Arraeso mihyunie~~” Mereka pun berpelukan. Mencoba berbagi kehangatan satu sama lain malam itu.

Dan dari situ pulalah akhirnya mereka jadian.

Minhyun berhasil membuat Ren jatuh pada pesonanya.

Meskipun ia harus membuat Sungmin menderita. Minhyun begitu iri melihat Sungmin yang terlalu dekat dengan Ren. Dan karena itulah ketika mengetahui umma Ren bunuh diri saat bersama Sungmin, membuat Minhyun memojokkan Sungmin. Baginya itu adalah kesempatan untuknya. Ia tak peduli lagi dengan persahabatan Ren & Sungmin yang sudah hancur karenanya. Persetan dengan itu, Minhyun hanya mementingkan agar Ren menjadi miliknya. Hanya miliknya…


Flashback Off

“Kau yang bernama Lee Sungmin?” Seorang namja culun menghampiri Sungmin. Sungmin mengangguk.

“Ne, aku Sungmin. Ada perlu apa?” Sungmin menatap orang itu.

“Cho Seongsaenim memanggilmu. Katanya temui dia sekarang penting. Aku permisi dulu.” Selepas orang itu pergi, Sungmin langsung menuju ruangan Kyuhyun. ‘ada apa Kyu memanggilku’ Batin Sungmin.

Ceklek

“Sudah datang rupanya. Hmm duduk dulu chagiya~” Kyuhyun menepuk sofa di sebelahnya. Saat itu juga Sungmin langsung duduk dan mentap Kyuhyun.

“Ada apa Seongsae memanggilku kemari?” Mendengar itu Kyuhyun tersenyum Simpul.

“Min, sudah kubilang. Jangan memanggilku Seongsaenim jika kita berdua saja.”

“Ah, mianhae Seong ups maksudku mianhae Kyu..”

“Tak ap chagiya. Aku memanggilmu ke sini karena ingin mengajakmu pergi minggu depan.”

“Mwo? Pergi ke mana Kyu?” Sungmin langsung mendekati Kyuhyun. Ia sudah lama tak jalan-jalan. Karenanya dia sangat senang ketika mengetahui Kyuhyun akan mengajaknya jalan-jalan.

“Hmm, menurutmu kita akan ke mana?” Kyuhyun mencoba menggoda Sungmin.

“Aishh, tentu saja aku tidak tau Cho.” Sungmin mempoutkan bibirnya imut.

Chuuu

“Jangan memasang tampang seperti itu jika tak ingin kucium lagi.” Ucap Kyuhyun setelah mencium Sungmin. Yang dicium langsung menutup mukanya pakai tangan karena sudah terlalu merah.

“Kau menyebalkan Kyu!” Sungmin berucap dengan masih menutupi mukanya yang merah. Sangat imut bagi Kyuhyun. Dan kyuhyun menyukai hal itu.


Pagi itu di Gaerin High School

“Apa kalian tau? Kemarin aku melihat Cho Seongsaenim mencium kening Sungmin. Arghghgh, Sungmin sangat beruntung.”

“Ia, sebelumnya aku juga pernah melihat mereka berpelukan di taman. Mereka nampak sangat bahagia.”

“Andai saja Sungmin itu aku.”

“Apa yang kalian bicarakan?” Tiba-tiba Ren datang menghampiri segerombol Siswa itu yang menurutnya sedang menggosipkan Kyuhyun & Sungmin.

“Memang kau tidak tau Ren?” Tanya seseorang diantara mereka pada Ren. Ren menggeleng bingung.

“Anni. Memangnya ada apa?” Ren bertanya pada mereka.

“Aish, aku dengar Cho Seongsaenim dan Sungmin jadian! Menakjubkan bukan.” Orang itu menatap Ren. Namun tatapannya berubah ketakutan ketika melihat Ren yang ekspresinya berubah menyeramkan.

“Ren , aku tak salah bicarakan? Aku permisi. Ayo teman-teman.” Orang tadi dan teman-temannya langsung meniggalkan Ren yang masih berdiri membatu dangan tangannya yang mengepal kuat.

‘Sialan kau Lee Sungmin!’

Ren semakin benci pada Sungmin setelah mengetahui bahwa namjachingu yang dimaksud Sungmin itu adalah Kyuhyun. Target yang saat ini diincarnya. Tak peduli ia mempunyai Minhyun. Baginya ia ingin sekali memiliki Cho Kyuhyun sang seongsaenim. Siapapun yang berani melawannya akan dia lawan. Terutama itu Sungmin. Orang yang dibencinya saat ini.

“Sialan, Sungmin sudah bertindak lebih dulu daripada aku. Aishhh, awas kau Lee Sungmin!.” Ren mengumpat tak jelas saat berjalan di koridor sekolah. Tak peduli dengan tatapan orang lain yang menatapnya aneh. Dia sudah sangat kesal dengan Sungmin.

Grep

Tiba-tiba tanpa Ren sadari ada sebuah tangan yang menariknya. Ingin sekali Ren memukul orang yang menarik tangannya disaat ia tak mood seperti ini.

“Aisshhh, apa-apaan kau, enak sekali menarik tangan-” “Minhyun?” Ren tak jadi mengomel setelah tau kalau itu Minhyun kekasihnya.

“Kau kenapa chagi? Mengapa muka mu jelek begitu. Ayo senyum. Kau tidak cantik jika begini.” Minhyun mencoba menggoda Ren. Yang digoda hanya menggembungkan pipinya kesal.

“Arra, mian. Jangan seperti ini chagiya. Atau aku akan menciummu?.” Ren terkesiap mendengar apa yang dikatakan Minhyun. Langsung saja ia membuat wajahnya sebiasa mungkin.

“Eh, tap tapi ini di sek- mphhh” Belum sempat Ren selesai bicara Minhyun sudah melumat bibir itu. Ren membulatkan matanya. Ia masih mencerna apa yang terjadi. Ketika sadar ia langsung mendorong Minhyun.

“hahh apa maksudmu hahh hahh ini di tempat umum. Nanti jika ada Guru yang melihat bagaimana?” Ren menarik napasnya sedikit

“Toh, mereka tak akan peduli juga chagi. Apa kau takut Guru sok tampan itu melihat kita berciuman?” Minhyun menatap tajam Ren. Yang di tatap langsung gugup.

“Ap apa maksudmu guru sok tampan?” Ren mencoba bertanya.

“Memang kau tak tau siapa Guru Sok tampan itu? Cho Seongsaenim. Hhh, namja manis di sekolah ini banyak bertekuk lutut padanya. Huh apa istimewanya dia? Dan aku juga tau…” Minhyun berhenti bicara untuk menunggu respon Ren.

“Kau tau apa Minhyunie~?” Ren bertanya lagi, namun lebih lembut.

“Yeah, aku tau kau menyukai Cho Seongsaenim. Jika kau ingin mengejarnya, kau bisa putuskan aku. Aku paling benci jika dikhianati Ren.” Minhyun menatap datar ke depan. Baginya akan sangat menyakitkan jika ia harus kehilangan Ren, Namja yang sangat ia cintai. Ia tau, Ren sangat menyukai Kyuhyun. Untuk itulah ia memakai Sungmin agar mendekati Kyuhyun. Namun tak disangka ternyata Sungmin benar-benar jadian dengan Kyuhyun. Tapi namja rupawan ini memilih untuk diam. Dan kali ini, ia sudah tak tahan.. Tak peduli dengan usahanya mendapatkan Ren dulu harus mengorbankan Sungmin. Namja yang begitu baik.

“Ma maksudmu apa Hyunnie?” Ren langsung gelagapan. Ia tak mungkin memutuskan Minhyun. Orang yang sangat dicintainya. Namun rasa ingin memiliki Kyuhyun selalu membayanginya. Ia tak ingin melihat sungmin bahagia. Dan ia ingin sekali melihat Sungmin sengsara. Mungkin karena itu jualah ia ingin memiliki Kyuhyun. Tapi saat ini ia juga tak ingin melepas Minhyun.


At Ren’s Room

“Akhhh Lee Sungmin! I HATE YOU!.” Ren menusuk sebuah Boneka Kelinci berwarna pink dengan pisau lipatnya. Busa di dalam boneka itupun merambas keluar.

“Kenapa kau membuat hidupku seperti ini Sungmin!?” Ia kembali menusuk nusuk.

“Apa kau tak tau? Aku sudah mempercayaimu dulu. Tapi minhyun bilang kau membenciku dan ingin membuatku kehilangan orang yang kusayang. Kau berhasil Lee Sungmin. Kau berhasil!” Ren semakin keras menusuk-nusuk boneka kelinci pink itu. Ia menganggap boneka itu adalah Sungmin. Dan ia ingin sekali melihat Sungmin seperti boneka yang ada ditangannya saat ini. Ia begitu membenci namja manis itu. Tanpa ia sadari butiran bening itu keluar dari mata indahnya.

“Hiksss, Sungmin… Aku membencimu hikss…” Ren masih menusuk nusuk Boneka itu. Namun tak sekeras tadi. Bahkan bisa dibilang lambat.

“Kenapa aku dulu harus menyayangimu? Kenapa dulu kau yang selalu peduli denganku? Tapi itu semua hanya akal-akalmu Sungmin. Aku membencimu hiks…” Ren terus berbicara sendiri tentang kebenciannya pada sungmin dan melampiaskannya pada boneka tak berdosa itu.

Ceklek

“Ren, ahjumma bawakan obat penenangmu. Diminum dulu ya.” Seorang yeoja paruh baya menghampiri Ren yang masih menatap kosong ruangan itu. Ia memberi obat penenang pada Ren. Akhir-akhir ini Ren bisa menutupi masalah kejiwaannya di depan orang banyak. Bahkan sang kekasihpun tak tau ia seperti ini.

“Ahjumma, terima kasih telah merawatku. Bagiku ahjumma yang sangat perhatian setelah umma tak ada.” Ren berbicara dengan pandangan kosong.

“Ren, aku ahjummamu. Tak mungkin membiarkanmu seperti ini. Ahjumma sudah menganggapmu seperti anak ahjumma sendiri. Setelah minum obat, kau tidur ne. Tenangkan dirimu dan jangan pikirkan yang lain.

Mendengar sang ahjumma berucap seperti itu Ren hanya bisa mengangguk. Kemudian ahjumma itu keluar. Ren langsung merebahkan dirinya di kasur. Mencoba menutup matanya. Cairan bening itu keluar lagi saat Ren menutup matanya. Ia pun berhasil terbawa ke alam mimpinya.


Minhyun POV

Akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh dengan Ren. Aku harus menemui Sungmin untuk membicarakan hal itu. Kemudian aku mengambil Phonsel yang ada di tas ku.

“Sebaiknya aku kirim pesan saja pada Sungmin.” Aku bergumam sebentar. Dan selanjutnya aku mengetik sesuatu di phonsel ku.

To : Sungmin

Sungmin ssi, bisakah hari ini kau ke tempat biasa? Ada yang ingin kutanyakan padamu.

Send

Aku pun menunggu balasan Sungmin. Tak lama phonsell ku bergetar.

Drrttt drtttt

From : Sungmin

Sepertinya aku sibuk. Ada urusan. Lain kali saja tak apa kan?

Aku mengerutkan dahiku sebentar.

“Aishh, apa-apaan dia. Huh, aku tau. Pasti dia ingin berkencan dengan guru sok tampan itu. Baiklah. Mungkin lain kali saja.” Aku membalas lagi pesan Sungmin.

To : Sungmin

Baiklah. Jika kau ingin berkencan silahkan saja. Maaf sudah menganggu waktumu.

Send

Kemudian aku berniat meninggalkan Tempat ini, jika saja aku tak mendengar suara orang yang sepertinya sedang bergosip. Penasaran dengan itu akhirnya aku mendatangi arah suara itu.

“Kalian ngapain disini?” Aku bertanya pada mereka. Jelas saja aku bertanya. Mereka bergosip di tampat yang salah. Hey! Kau pikir pohon beringin adalah tempat yang pas untuk bergosip? Hhh aku rasa tidak.

“Kami? Kami hanya sedang melakukan apa yang dilakukan manusia sebagai makhluk Sosial.” Salah satu diantara mereka menjawabku. Aku hanya memutar bola mata malas.

“Aku tak menyangka jika kekasih cantikmu itu seperti itu minhyunie..” Heh? Apa maksud mereka?

“Apa maksud kalian?” Aku bertanya dingin.

“Aku kemarin berkunjung ke RSJ Seoul mengunjungi keluargaku. Tak kusangka aku malah melihat Ren dan seorang yeoja paruh baya. Sepertinya mereka habis keluar dari Ruang Dokter. Apa mungkin-”

“JAGA OMONGANMU! Ren tak mungkin gila. Akhir-akhir ini kulihat dia normal. Sekali lagi kalian bicara yang tidak-tidak jangan harap kalian bisa melihat dunia lagi!” huh aku kesal. Aku langsung memarahi mereka yang membicarakan Ren seperti itu. Mereka langsung kabur setelah kubuat seperti itu. Siapa suruh bercerita yang tidak baik tentang Ren kepadaku


Normal POV

“Kyu, maukah kau belikan aku Ice Cream? Aku ingin sekali.” Sungmin memakai aegyonya agar Kyuhyun mau membelikannya Ice Cream.

Ya, mereka sedang jalan-jalan sekarang. Kyuhyun benar-benar mengajak Sungminnya jalan-jalan. Dan itu membuat Sungmin sangat senang. Tapi sebelum jalan-jalan, tentu saja Sungmin harus menuruti apa yang Kyuhyun mau. Dan kyuhyun menginginkan mereka melakukan ‘itu’ sebelum jalan-jalan. *dasar pervert xD*

“Tunggu disini sebentar ne min. Aku akan membelikanmu yang rasa stroberi.” Kyuhyun langsung beranjak setelah membelikan Sungmin Ice Cream Strobery kesukaannya. Beberapa menit Sungmin menunggu hingga akhirnya Kyuhyun kembali membawa Ice Cream yang ia inginkan.

“Ini ice cream mu pricess” Kyuhyun menyerahkan ice cream itu. Sungmin mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya kesal.

“Aishh Kyu. Aku itu namja. Aku handsome prince. Bukan pricess.”

“Tapi kau itu cantik, manis dan err sexy~” Kyuhyun meniup telinga Sungmin. Sungmin bergidik sebentar.

“Kyu, awas saja jika kau menerkamku di tempat umum seperti ini.” Sungmin mencoba membuat mukanya menyeramkan. Tentu saja ia tak ingin di terkam di mall seperti ini.

“Haha, kau sangat lucu minnie. Membuat mukamu semenyeramkan pun tak akan berhasil sayang. Kau itu terlalu imut. Huh menggemaskan (cup)” Sungmin merona saat tiba-tiba Kyuhyun mncium pipinya. Ia sedikit menunduk. Kemudian ia mencoba menjilat ice cream nya sembari menunduk. *imut~~ :3*

Kyuhyun yang melihat itu langsung mengangkat dagu Sungmin. Ia langsung menatap foxy itu. Seakan terhipnotis Kyuhyun mendekatkan wajahnya. Sungmin yang sudah gugup langsung menutup mata nya rapat. Dan-

Chuuuu~~~

Kyuhyun mencium bibir plump Sungmin. awalnya sangat lembut. Namun lama-kelamaan ciuman itu menjadi panas. Ice cream di tangan Sungmin sudah meleleh.

“Mphhh Kyuhh” Kyuhyun semakin memperdalam ciuman mereka saat mendengar desahan Sungmin di sela-sela ciuman mereka tadi.

Cukup lama mereka berciuman. Hingga akhirnya pasokan oksigen memaksa mereka untuk melepaskan ciuman itu. Dan dengan malas Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“Kyu, kau menghancurkan ice cream ku. Huweee.” Sungmin menangis. Membuat Kyuhyun gelabakan. Di tambah lagi orang-orang disana menatapnya dengan tajam seakan berkata ‘hey, kau apakan anak kecil itu?’

“Aishh, Mianhae chagi. Arra, aku akan membelikanmu yang banyak nanti. Tapi jangan menangis lagi ne.” Kyuhyun menatap Sungmin sebentar. Sungmin berhenti menangis.

“Shirreo. Aku tak mau ice cream lagi. Aku tak akan memaafkanmu jika kau tak membelikanku Boneka Bunny yang tingginya sama sepertimu.” Sungmin memasang tampang judesnya. Yang sama sekali tak terlihat judes *XD*

“Mwo? Mana ada boneka bunny yang tingginya seperti ku min? Kau tau kan jika aku itu sangat tinggi. Yang lain saja ne. Apa aja deh.” Kyuhyun menatap Sungmin memelas.

‘Aku ingin mengerjai orang ini’ Sungmin tersenyum jahil.

“Arraeso. Kalau begitu kau harus menggendongku nanti saat pulang sampai ke apartemenku. Mobilmu di tinggal saja.” Sungmin berkaat santai.

“Tap tapi min…” Kyuhyun menatap Sungmin lagi.

“No! Tak ada tapi-tapian. Atau aku tak akan memaafaknmu!”

“Aishh arraeso.” Kyuhyun akhirnya pasrah melihat Sungmin yang sudah ngambek seperti itu.


“Kyu, kajja kita pulang. Aku sudah membeli barang yang kubutuhkan. Dan ingat! Kau harus menggendongku sampai apartement.” Sungmin langsung menarik Kyuhyun keluar mall setelah berucap tadi. Kyuhyun dengan langkah malas mengikuti Sungmin.

“Aishh, chagi kau tega sekali membiarkanku meggendongmu hingga apartemenmu yang berjarak 2 Km dari sini..” Kyuhyun berucap lirih. Sebenarnya Sungmin juga tak tega. Namun ia sudah terlanjur kesal karena Kyuhyun yang dengan seenaknya menciumnya di tempat umum. Kemudian mebuat ice creamnya meleleh. Bagi Sungmin itu sangat menyebalkan.

“Kau tetap harus menggendongku Kyu. Ini salahmu juga.” Sungmin masih tak mau kalah.

“Huh baiklah. Tapi jangan salahkan aku jika besok tak mengajar karenamu Lee Sungmin.”

“Eh, kok jadi aku?” Sungmin menunjuk dirinya bingung. Kyuhyun hanya menarik napas lelah.

Malam itupun Kyuhyun mengantar Sungmin ke Apartement. Kaki Kyuhyun seakan tak bisa di gerakan lagi. Untung sebentar lagi sampai.


“Eunghh” Sungmin melenguh sebentar.

“Eh, aku ada dikamar? Hmm ini jam berapa yah?” Sungmin kemudian melirik jam dindingnya. Jam menunjukan pukul 02.00 dini hari waktu KST.

“Aishh, aku haus. Sebaiknya aku menngambil air ke dapur.” Sungmin beranjak keluar kamar. Ia sangat terkejut ketika melihat Kyuhyun yang tertidur di sofa ruang tamunya. Tanpa pikir panjang ia langsung menuju Kyuhyun.

“Aish, gara-gara aku pasti Kyuhyun sangat kelelahan. Huh pabboya Lee Sungmin.” sungmin bernolog mengingat Kyuhyun yang masih tertidur.

Lalu, karena kasian melihat Kyuhyun yang sangat kecapean, akhirnya Sungmin membopong tubuh Kyuhyun. Kyuhyun sedikit terkejut. Namun tak lama ia tertidur lagi setelah merasakan empuknya kasur Sungmin.

“Kyu, mianhae. Gara-garaku kau jadi seperti ini.” Sungmin berucap lirih. Namun Kyuhyun ternyata belum sepenuhnya tidur. Ia menggeliat sebentar.

“Min, tidurlah. Besok kau harus sekolah.” Kyuhyun langsung menggeser tubuhnya agar Sungmin tidur di sebelahnya. Dan sungmin langsung merebahkan diri di samping Kyuhyun.

“Tapi aku sudah membuatmu lelah seperti ini kyu. Huhu.” Sungmin hampir saja menangis jika saja Kyuhyun tak mendekapnya.

“Jangan menangis. Aku tak suka aku menangis. Lebih baik sekarang kau tidur. Besok kau harus sekolah. Mungkin besok aku tak mengajar. Aku harus memijat kakiku dulu.” Kyuhyun mengusap rambut Sungmin agar namaj manis itu tertidur.

“Ne Kyu, mianhae membuatmu seperti ini. Aku sudah sangat ngantuk. Jaljjayo, Saranghae~”

“Nado Saranghae chagi.”

Tak lama setelah itu, mereka pun terbawa bersama ke alam mimpi masing-masing. Kyuhyun tertidur dengan mendekap tubuh Sungmin. seakan tak ingin kehilangan Bunny nya itu. Sungmin sangat menikmati tidurnya yang berada di dekapan sang kekasih.

.

.

.

TBC/End

.

.

.

Mianhae ne yeroubun. Mian karena lama update. Aku lagi ada persiapan UN nih. Tapi semoga ceritanya tetap nyambung. Dan kalaupun gak nyambung, disambungin aja ya #plak. Kalau ada typo maaf ya. Dan ini menurut aku chapter terpanjang diantara chapter-chapter sebelumnya. Aku sengaja bikin lebih panjang. Soalnya kelamaan gak update. Jadi semoga kalian tetap mau baca ne. Dan untuk fansnya Ren/Minhyun maaf jika mereka aku bikin jahat ne. Jangan pernah bash cast okay? Jadilah Pembaca yang cerdas dengan memberikan Comment yang positif. Silent readers, please review juga. Saya tak akan lanjutkan ff ini jika semakin banyak silent readers. Itu aja. Wajib review yang udah baca🙂

REVIEW DIWAJIBKAN

Sign

Yefah

28 Februari 2013

 

2 thoughts on “My Handsome Seongsaenim | KYUMIN YAOI | Chapter 3

Kiss KyuMin :*

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s