My Handsome Seongsaenim | KYUMIN | YAOI

fanfiction

Tittle : My Handsome Seonsaenim

Rating : T For this Chapter

Author : Sung Hye Woon a.k.a Syarifah Nurul Huda (Yefah)

Main Cast : – Lee Sungmin

– Cho Kyuhyun

Other Cast : – Ren ‘Nuest’

– Kevin ‘U-kiss’

– Minhyun ‘Nuest’

Pairing : Always Kyumin, Slight Other Pairing.

Disclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik yang Maha Kuasa. FF ini Murni dari otak idiot saya. Dan FF ini Milik saya. Tapi saya milik Yesung seorang x_x

Warning : YAOI/BL | Typo bertebaran | Judul gak sesuai cerita | Alur kecepatan | Bahasa aneh (?) | Bikin muntah ._.

A/N : Annyeong, saya kembali dengan FF baru. Ya, Kyumin lagi. Hehe, entah kenapa sukanya buat KyuMin. Yaiyalah, kan mereka pair paling kece. Wks. Di sini saya cuman ngetest doang sih. Tapi kalau responnya bagus akan saya lanjutkan. Ingat ya, kalau gak suka jangan bash & flame saya ataupun cast oke. Mereka gak salah. Kalau gak suka jangan baca itu aja.

~~~ Happy Reading ~~~

Don’t Like Don’t Read!

© Sung Hye Woon Present ©

.

.

.

~~~0o0o0o0o0o~~~ ~~~0o0o0o0~~~ ~~~o0o0o0o0o~~~

.

.

.

Keadaan Gaerin High School sama seperti biasanya. Murid – murid tampan disini sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tak terkecuali dengan seorang namja manis satu ini. Ya, semua murid disini memang namja. Karena sekolah ini adalah sekolah khusus namja. Kemudian kita lihat kembali lagi namja manis itu –Lee Sungmin yang sedang sibuk dengan kegiatannya, yakni membaca buku seperti yang biasa iya lakukan. Namun aktivitasnya itu terganggu ketika seseorang tiba-tiba mengambil paksa bukunya.

“Hey, kembalikan. Apa maumu?” Tanya Sungmin pada orang tadi yang dengan lancangnya mengambil bukunya.

“Aku? Mauku hanya satu Lee Sungmin.” Orang itu membalas dengan tatapan tajamnya.

“Yasudah cepat sebutkan dan kembalikan bukuku.” Sungmin mencoba mengambil bukunya. Namun orang tadi malah melemparnya ke ujung koridor yang jauh dari mereka. Sungmin yang melihat itu langsung melotot tak senang.

“YA! Kau apakan bukuku! Ish itu buku yang paling berharga.” Sungmin langsung segera bangkit. Namun lagi-lagi orang tadi menahan tangannya. “Aish Kau! Apa lagi eoh?”

“Aku bilang turuti dulu perintahku!.” Dia mencengkram tangan Sungmin.

“Baiklah. Apa maumu Ren?.” Tanya Sungmin. Orang itu menyeringai.

“Aku dengar akan ada seonsae baru yang akan menggantikan Han Seonsaenim. Dan katanya dia tampan. Untuk itu kau jangan pernah mendekatinya. Apalagi menggodanya!.” Paksa Ren ,orang itu yang masih mencengkram tangan Sungmin.

“Oh, jadi hanya itu. Baiklah. Sekarang lepaskan tanganku!.” Sungmin langsung menarik tangannya paksa. Kemudian mengelusnya karena pegal dicengkram seperti itu oleh Ren. Setelah itu Sungmin langsung berjalan ke ujung koridor sekolahnya dan mengambil bukunya.

.

.

~~0o0o0o0o0o~~ ~0o0o0o0o0o0o0o0o~ ~~0o0o0o0o0o0o~~

.

.

“Semuanya, hari ini jadwal terakhir saya mengajar. Untuk itu saya minta maaf jika selama ini saya punya banyak salah dengan kalian. Posisi saya akan digantikan oleh Seonsaenim muda dari Seoul High School. Jangan pernah membuatnya repot ne.” Ujar Han Seonsaenim yang dibalas anggukan dari semua siswa. Sungmin hanya merengut sedih. Pasalnya Han seonsaenim adalah salah satu seonsae kesayangannya.

“Kalau begitu, Silahkan masuk.” Han seonsaenim tersenyum menghadap pintu. Tak lama masuklah seorang namja tampan dengan mata onyx nya yang mampu membuat siapa saja terkesima melihatnya. Ditambah lagi dia memakai kemeja yang sangat pas dengan tubuh tingginya. Semakin menambah kadar ketampanannya.

Namun tanpa kita sadari dari tadi Sungmin hanya memandang keluar. Tidak tau bahwa ada seseorang yang menjadi pusat perhatian sekarang ini sedang ada di depan kelasnya. Seluruh siswa di kelas itu hanya menatap kagum pada Seonsae baru itu.

“Annyeong Haseyo.” Sapa Seonsae itu dengan suara bass nya yang errr seksi.

“Annyeong Haseyo~~.” Balas seluruh siswa –kecuali sungmin- sambil mengerling nakal ke Seonsae baru namun tampan itu.

“Hmm, sepertinya Saya akan memperkenalkan diri. Kalau begitu perkenalkan. Cho Kyuhyun imnida. Yang akan mengajar kalian Matematika. Mohon kerja samanya yerobeun.” Kyuhyun –seonsaenim- itu langsung membungkukan badannya sedikit pada semua yang ada disana. “Jika ada yang ditanyakan, silahkan.” Ucapnya lagi.

Kemudian seorang siswa mengangkat tangannya.

“Cho Seonsaenim, umm apakah anda sudah memiliki namjachingu?” Tanya siswa namja itu –Kevin. Salah satu namja cantik di sekolah ini, yang tentu saja mendapat deathglare dari siswa lain, mengingat banyak yang menyukai Kyuhyun juga.

“Hmm, urusan pribadi itu. Tapi untuk saat ini aku belum mempunyai namjachingu ataupun yeojachingu.” Jawab Kyuhyun seadanya. “Lalu apa ada lagi yang ingin bertanya. Mungkin tentang pelajaran?”

“Saya seonsae!.” Ren langsung mengangkat tangannya, kemudian melirik sedikit ke arah Sungmin yang masih memandang keluar kelas. Namja itu sangat tidak sadar dengan apa yang sedang terjadi di dalam kelas.

“Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?” Kyuhyun langsung menatap Ren yang ingin bertanya. Namja berparas cantik itu pun hanya bisa tersenyum penuh arti.

“Eumh, … berapa nomor phonsel Cho Seonsaenim?” Tanyanya dengan tampang polos. Orang-orang dikelas hanya melongo mendengar pertanyaannya. Tak sedikit pula ada yang tidak senang melihatnya.

“Err, nomor handphone aku hanya memberikan kepada orang terdekatku saja. Mianhae. Dan oh iya. Sepertinya dari tadi ada yang tak memperhatikanku.” Kyuhyun berucap sembari menatap Sungmin yang duduk dipojok dengan masih memandang keluar kelas.

“Lee Sungmin!.” Teriak Han Seonsaenim yang mengerti maksud Kyuhyun.

Sungmin Pov

Ah, Han seonsaenim akan segera pensiun. Padahal dia sangat baik padaku. Tapi tak apalah. Semoga seonsae baru penggantinya akan lebih baik dari Han Seonsaenim.

“Lee Sungmin!” Eh, seperti ada yang meneriakiku. Ah mungkin hanya khayalanku saja. Aku pun kembali memandang keluar. Entahlah, saat ini aku sedang tidak mood untuk memperhatikan keadaan kelas.

“LEE SUNGMIN!.” Panggil suara itu lagi. Kali ini aku yakin aku yang dimaksud. Aku pun menoleh ke asal suara itu.

“Ah, ne seonsae.” Sungguh, aku takut jika Han seonsaenim marah besar padaku..

“Apa yang kau lakukan tadi Lee Sungmin. Kau tau, kita sedang kedatangan Seonsae baru sebagai penggantiku. Jadi kau harus menghargainya. Arraseo?!.” Han Seonsaenim menatapku tajam.

“Ah, ne seonsae. Aku mengerti. Mianhae karena tadi tak memperhatikan kalian bicara.” Aku hanya menunduk sebagai tanda minta maafku pada Han seonsaenim, dan kepada seonsae baru itu. Eh, tunggu? Benarkan dia Seonsae baru kami?

Aish mengapa matanya seindah itu. Dan see, bibir tebalnya itu…

‘Shit! Apa yang kau pikirkan Lee Sungmin.’ Aku menggeleng-geleng mengingat apa yang ku pikirkan tadi. Aisshh yang benar saja. Masa aku terpesona dengan Seonsaenim baru itu.

‘Jangan pernah terpesona dengannya Lee Sungmin. Aish.’

Normal Pov

“Karena ini sudah jam pelajaran terakhir, maka kalian boleh pulang sekarang.” Han seonsaenim langsung keluar setelah berucap sepeti itu pada semua siswa. Sungmin baru saja hendak keluar. Namun, langkahnya terhenti ketika ada suara yang memanggilnya.

“Sungmin!.” Teriak seseorang padanya. Sungmin menoleh ke suara itu. Kemudian dia menghampiri orang yang memanggilnya tadi.

“Ada apa Taemin.?” Tanya Sungmin pada namja itu.

“Aku hanya ingin memberi ini padamu.” Jawab namja manis itu, sembari memberi Sungmin sebuah surat. Kemudian ia langsuung beranjak meninggalkan Sungmin yang masih bingung.

“Dari siapa ini.?” Sungmin bermonolog sendiri. Kemudian ia membuka surat itu dan langsung membacanya.

Sungmin ssi, sebelumnya kau pasti bertanya-tanya bukan siapa yang mengirim surat ini? Tapi tenang saja. Kau akan tau setelah selesai membaca surat ini.

Aku hanya ingin menantangmu, dan kuharap kau bisa dan berani menerima tantanganku.

Sungmin mengerutkan keningnya. ‘apa maksudnya ini?’ Batin Sungmin. Kemudian ia membaca kembali surat itu.

Sebenarnya aku ragu apakah kau bisa menyanggupi tantanganku atau tidak. Ah sepertinya tidak. Karena aku tau, kau itu namja payah!

Sungmin geram dengan isi surat itu. Tapi ia mencoba untuk membacanya kembali.

Sungmin, jika kau ingin tau tantanganmu sekarang juga, temui aku di belakang sekolah.

-Minhyun. Namjachingu Ren-

“Aishh menyebalkan sekali sepasang kekasih ini. Sama-sama tak tau diri. Apa sih tantangan dari namjachingu Ren itu. Mereka sama saja menyebalkan!.” Sungmin hanya mengumpat kesal pada Ren dan Minhyun yang tentu saja tak dapat didengar keduanya.

Kemudian Sungmin melangkahkan kakinya untuk menuju ke belakang sekolah. Dan disitulah dia bertemu dengan seorang namja tampan.

“Sudah datang rupanya.” Gumam namja itu.

“Apa tantanganmu eoh? Tentu saja aku bisa melakukannya. Aku tak mungkin kalah darimu. Kau dan namjachingumu itu sama saja sama-sama menyebalkan.” Sungmin ngoceh tak jelas karena saking jengkelnya dengan sepasang kekasih itu.

“Tantanganku tak sulit. Kemari sebentar.” Minhyun mengayunkan telunjuknya memberi kode agar Sungmin mendekatinya. Sungmin menurut. Kemudian dia membisikan sesuatu pada Sungmin. Sungmin yang mendengar itu langsung kaget mendengar apa yang dibisikan Minhyun padanya.

.

.

.~~~0o0o0o0o0~~~ ~~~0o0o0o0o0o~~~ ~~~0o0o0o0o0o~~~~

.

.

Keesokan harinya di Gaerin High School

“Sungmin, bisakah kau bantu aku untuk mengambil berkas-berkasku di ruangan?.” Tanya Kyuhyun pada Sungmin yang mendapat tatapan hiri dari para Siswa di kelas.

“Tapi…” Lirih Sungmin.

“Kalau Sungmin Tak mau aku saja Cho Seonsaenim.” Namja cantik yang diketahui bernama Kevin itu langsung mengangkat tangannya.

“Anhi. Aku saja seonsaenim! Aku akan mengambilkan berkas-berkasmu.” Ren tak mau kalah dengan Kevin. Kevin yang melihat itu hanya mengumpat tak jelas.

“Aku hanya menyuruh Sungmin. Kalian tak usah repot-repot. Kau bisa kan Sungmin ssi?.” Tanya Kyuhyun dengan senyuman mautnya. Seluruh siswa memegang dada mereka yang berdenyut saat melihat senyuman Kyuhyun tadi. Sungguh membuat mereka ingin pingsan seketika.

“Ne seonsaenim. Saya akan mengambilkannya.” Sungmin hanya bisa pasrah. Tak mungkin ia melawan perintah dari seonsaenya.

‘Apa ini kesempatanku? Ah tidak-tidak.’ Batin Sungmin.

“Aish apalagi yang kau pikirkan Sungmin.” Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya yang malah membuat dirinya semakin imut. Dan tibalah sekarang Sungmin di ruangan Kyuhyun.

“Wah, sepertinya ruangan ini sangat rapi. Eh, tapi kenapa ada PSP disini? Aishh Seonsae macam apa dia, masa sempat-sempatnya mengajar sambil bermain game seperti ini. Huh ada-ada saja.” Sungmin masih mencari berkas-berkas itu.

“Dimana sih berkasnya. Dari tadi di cari tidak ada. Huh menyebalkan.” Sungmin mengerucutkan bibirnya sebal. Jujur, dia sedang malas mengobrak-abrik ruangan orang. Terutama ini adalah ruangan seonsaenya.

“Apa ketemu berkasnya Sungmin.?” Tanya seseorang baru masuk, yang sepertinya pemilik ruangan itu –Kyuhyun.

“Ah, Seonsaenim. Eungh, aku bingung mau mencari dimana. Kau menaruhnya dimana?.” Tanya Sungmin. Dia juga sibuk mengatur detak jantungnya. Entah kenapa setiap ia berada di dekat Kyuhyun, jantungnya seperti sedang ikut lari Maraton. Serasa ingin copot.

“Sungmin ,Kau kenapa?.” Kyuhyun menatap Sungmin memastikan apa yang terjadi dengan namja manis itu. Sungmin hanya menunduk. Dia seakan tak berani menatap onyx milik Kyuhyun.

“Anhi. Gwaenchana Seonsaenim.” Sungmin berucap sekenanya.

“Nah, aku menaruhnya disini Sungmin.” Kyuhyun tersenyum pada sungmin sambil memberi tahu dimana letak berkas-berkasnya tadi yang berada di sebuah lemari kecil dekat mejanya.

“Oh ne. ternyata di situ. Aku kira di mejamu. Hehe.” Sungmin hanya senyum . Bagi Kyuhyun itu sangat manis. Karena ia jarang melihat Sungmin terseyum seperti itu.

“Kalau, begitu aku permisi dulu ne seonsae..”

“Tunggu, bisakah kau hari ini membantuku? Kebetulan aku sangat banyak tugas. Dan aku tidak bisa mengerjakan sendiri. Aku dengar kau salah satu siswa berprestasi disini. Jadi aku yakin kau bisa membantuku. Bisa kah Sungmin?.” Kyuhyun menatap Sungmin lagi. Sungmin mencoba berpikir sebentar.

“Eum, kalau aku bisa pasti aku bantu Seonsaenim.” Sungmin tersenyum pada seonsaenya itu. Senyum yang begitu manis.

“Baiklah. Nanti kalau sudah bel, jangan pulang dulu. Temui aku di ruangan ini lagi ne?.” Sungmin mengangguk manis, kemudian keluar ruangan Kyuhyun setelah mendengar Kyuhyun berucap seperti itu.

Saat berjalan di tengah koridor, tiba-tiba ia malah di halang dua namja cantik yang menjadi primadona di sekolah itu.

“Permisi, aku mau lewat.” Ujar Sungmin dingin pada kedua namja cantik itu. Mereka hanya berdecih pelan. Kemudian menatap tajam pada Sungmin.

“Apa yang kau lakukan tadi di ruangan Cho Seonsaenim Eoh?.” Tanya Kevin mencengkram bahu Sungmin. Sungmin hanya meringis kesakitan karena bahunya di cengkram keras seperti itu.

“Apa-apaan kalian. Aku hanya mencari berkas miliknya saja. Tak ada yang kulakukan lagi. Kalian terlalu berlebihan. Lepaskan aku.” Sungmin mencoba melepaskan tangan Kevin. Memang berhasil. Tetapi malah ada tangan lagi yang mencengkram bahunya. Bahkan lebih sakit dari yang tadi. Ya, tangan siapa lagi kalau bukan tangan Ren.

“Aw, Ren. Dari kemarin kau terus berbuat kasar padaku. Lepaskan aku. Ini sakit tau.” Sungmin mencoba melepas cengkraman Ren. Namun bukannya terlepas, cengkraman itu justru semakin kuat dan membuat Sungmin menggigit bibirnya menahan sakit. Toh, dia tak akan bisa melawan dua namja di depannya ini.

“Aku tak akan melepaskanmu. Kemarin apa yang kau lakukan dengan Minhyun eoh!?.” Tanya Ren mengintimidasi Sungmin. Matanya menatap nanar pada Sungmin. Sepertinya ia sangat marah pada namja itu.

“Ren, sudahlah kalau ketahuan Seonsaedeul kita akan di d.o” Ujar Kevin mencoba menenangkan Ren. Ren hanya menyerigai.

“Tenang saja Kevin. Kau tau, aku tak suka melihat namjachinguku berdekatan dengan orang lain. TERUTAMA ITU KAU!.” Ren langsung meninggikan suaranya dan menempelkan jari telunjuk nya yang berkuku tajam itu ke dahi Sungmin . Semua siswa di sekitar situ langsung bergidik ngeri ketika melihat Ren seperti itu.

“Aku tak melakukan apapun dengan Minhyun. Sungguh, jadi mohon lepaskan aku Ren. Kenapa kau begitu membenciku hiks.” Sungmin tak tahan lagi, dia tak pernah di bentak seperti itu seumur hidupnya. Terutama ini adalah Ren. Orang yang dulu pernah ia sayangi dan paling ia percayai. Sungguh ia tak menyangka jika Ren berubah seperti ini.

“Aish, kenapa kau malah menangis. Dasar cengeng. Kevin, ayo kita tinggalkan saja dia.” Ajak Ren yang langsung diikuti Kevin.

Setelah Ren dan Kevin meinggalkan Sungmin yang masih terisak, Tiba-tiba ada suara derap langkah kaki yang mendekati Sungmin. Sontak Sungmin menoleh pada suara langkah itu. Dan ia sedikit kaget ketika tau itu Kyuhyun.

“Seonsae-”

“Ssttt, jelaskan dulu. Kenapa kau menangis?.” Tanya Kyuhyun sembari menarik telunjuknya kembali sehabis menutupi bibir Sungmin tadi. Ya, tadi Sungmin terhenti bicara karena bibirnya di kunci oleh jari Kyuhyun. Sepertinya Kyuhyun ingin menenangkan Sungmin.

“A anhi. Aku tak apa.” Sungmin tergagap karena Kyuhyun begitu dekat dengannya.

“Ikut aku.” Kyuhyun Menarik tangan Sungmin selembut mungkin.

“Ke kemana seonsae?.” Tanya Sungmin. Namun Kyuhyun tak menjawab. Dan Sungmin hanya bisa pasrah.

Kemudian sampailah mereka disebuah danau. Yang ternyata tak jauh dari sekolah itu.

“Seonsae, aku ada pelajaran. Sebaiknya aku kembali ke kelas.” Sungmin beranjak dari tempat itu, namun baru saja Sungmin ingin berjalan tiba-tiba tangannya di tarik oleh Kyuhyun.

“A apa yang seonsae lak mphhhhh” Sungmin terbelalak ketika tiba-tiba Kyuhyun menciumnya sangat lembut. Dia bingung kenapa ia hanya diam dan tak berontak. Lama Kyuhyun menciumnya. Namun lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi ganas. Dan akhirnya Sungmin terbuai dengan ciuman yang diberikan Kyuhyun.

“Mppphhhh” Desah Sungmin di sela-sela ciumannya. Kyuhyun yang sudah sangat panas, langsung menggigit bibir Sungmin sedikit. Sontak membuat Sungmin membuka mulutnya. Kyuhyun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung memasukan lidahnya ke dalam mulut Sungmin. Kemudian dimulailah perang lidah diantara mereka yang menimbulkan bunyi kecipak. Mereka saling menekan, melumat, menekan lagi, dan melumat lagi. Tanpa mereka mau ciuman itu terlepas mengingat pasokan oksigen yang kurang karena kegiatan itu.

Sungmin langsung merona merah ketika ciuman itu berakhir. Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah Sungmin yang sangat manis itu. Di tambah lagi ada sedikt sisa saliva yang menetes di bibir keduanya. Sangat terlihat sexy bukan? Namun Kyuhyun segera sadar dengan apa yang dilakukannya tadi.

“S Sungmin, mianhae. Aku tak bermaksud-”

“Tak apa seonsae. Kau berhasil membuat moodku baik kembali. Gomawo~.” Kyuhyun terkejut mendengar jawaban Sungmin. Di tambah lagi Sungmin tersenyum manis padanya, sangat manis malahan.

“Kau tak marah padaku?.” Tanya Kyuhyun gugup.

“Untuk apa aku marah. Lagipula aku di cium oleh orang yang aku cin- ups!.” Sungmin langsung menutup mulutnya reflex. Kyuhyun hanya bingung melihat tingkah Sungmin.

‘aish apa-apan lagi kau Sungmin.’ Sungmin membatin karena Ulahnya tadi.

“Ada apa denganmu Sungmin?.” Tanya Kyuhyun lagi.

“Ah, a anhi. Tak a apa-apa. Eungh, la lalu kenapa tadi kau menciumku Seonsae?.” Tanya Sungmin balik menyelidik dengan kegagapannya karena gugup.

“Oh itu, . aku…” Kyuhyun tiba-tiba menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Waeyo Seonsae..”

“Aku mencintaimu Lee Sungmin. Saranghae. Saat melihat wajah manis mu untuk pertama kali aku langsung jatuh cinta denganmu. Maafkan aku dengan cara yang seperti ini.” Ujar Kyuhyun mantap. Sungmin kaget, namun kemudian ia tersenyum manis.

“Kenapa minta maaf hmm?.” Sungmin langsung membelai wajah tampan itu. Kyuhyun agak kaget juga namun ia hanya bisa tersenyum.

“Aku juga mencintaimu. Nado saranghae Cho Seonsaenim..” Sungmin langsung mengecup bibir tebal Kyuhyun sekilas. Ia merona dengan kegiatannya sendiri.

“Apa yang kau katakan tadi Sungmin? Aku tak mendengar.” Ujar Kyuhyun mencoba menggoda namja manis itu.

“Aishh, aku yakin seonsae mendengarnya.” Elak Sungmin. Dia tersipu malu karena Sungmin.

“Jika kita sedang berdua jangan panggil aku seonsae Sungmin. Panggil aku Kyu saja. Ingat! Kyu saja.” Kyuhyun terseyum menatap Sungmin.

“Baiklah Seon- Kyu maksudku. Hehe. Kau seonsae paling tampan yang pernah ada.” Goda Sungmin.

“Dasar nakal. Kalau begitu I’m Your Handsome Seonsaenim baby.” Kyuhyun berkata dengan pedenya. Sungmin hanya terkekeh mendengar kekasih barunya yang tampan itu berucap dengan pede.

“Haha, yes. Yo’re My Handsome Seonsaenim baby~.” Sungmin langsung mendapat kecupan lembut penuh cinta dari Kyuhyun setelah berucap seperti itu. Merekapun tersenyum satu sama lain di depan danau yang indah siang itu.

~0o0o0o0o00o0~

.

.

.

[Backsound : All My Heart – Super Junior]

.

.

.

TBC/ End?

Hadeh, maafkan saya jika kurang memuaskan. Itu juga udah dibikin sebagus mungkin. Maaf kalau banyak typo. Oh iya, jika FF ini banyak yang RCL akan saya jika tidak, cukup sampai sini aja ne🙂 . Dan di chapter selanjutnya mungkin akan ada NC. Itu sebabnya saya taroh di Rate M. itu juga kalau masih berlanjut FF ini. Untuk itu saya butuh RCL dari kalian yang udah baca. hehe, maaf kalau Alurnya ngebut ya. Silent Reader please RCL ne. tolong hargai saya.

-!RCL PLEASE!-

Yefah \\(*_*)/

05 Februari 2013, Selasa

8 thoughts on “My Handsome Seongsaenim | KYUMIN | YAOI

Kiss KyuMin :*

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s